
BUKAN rahasia lagi kalau bumi merupakan planet yang menarik perhatian untuk dieskplorasi. Pengamatan dan penelitian pada planet bumi sudah berlangsung lama, bahkan sebelum peradaban dimulai. Setahuku, ada 17 planet yang berasal dari tiga galaksi dan delapan gugus bintang yang secara berkala mendatangi bumi.
Planetku, Xuxaxaja termasuk yang rutin mendatangi bumi. Kami pertama kali mendatangi bumi beberapa saat setelah asteroid raksasa Ximenex menghantam, dan nyaris membuat kiamat. Kami datang untuk mempelajari sejauh mana dampak terjangan asteroid raksasa pada sebuah planet.
Sejak itu, kami rutin mengamati dan mempelajari bagaimana peradaban di bumi berkembang. Sebagai pengamat, kami hanya melihat dari jauh. Kecuali jika terpaksa, kami berusaha sedapat mungkin untuk tidak mendarat ke bumi. Kami ingin peradaban di bumi berkembang dengan normal tanpa campur tangan asing.
Sayang, tak semua planet memiliki kebijakan seperti kami. Beberapa planet lain justru senang sekali berinteraksi dengan manusia bumi. Rupanya, para mahkluk planet itu menikmati status istimewa yang disematkan manusia bumi. Ya. Di bumi, mahkluk planet itu disembah dan dipuja sebagai “Dewa yang Turun dari Langit”.
Mahkluk planet O4at yang ada di gugus bintang Orion, misalnya, termasuk yang suka mendarat di bumi. Mereka bahkan suka memamerkan pesawat angkasa mini dan berbagai senjata berteknologi tinggi. Tentu, di mata manusia bumi, pesawat angkasa mini disebut sebagai “kereta terbang”. Dan senjata laser berteknologi tinggi disebut sebagai “tombak” atau “pedang berapi”.
Banyak hikayat dan juga dongeng di bumi yang berkisah tentang dewa, dewi dan bidadari (atau malaekat), yang sebenarnya merupakan interpretasi akal dan pikiran manusia bumi yang masih primitif atas kiprah mahkluk dari planet lain. Kisah tentang dewa/dewi itu sebenarnya tak melulu dongeng. Itu realita, yang digambarkan sesuai akal pikiran manusia bumi ribuan tahun lalu.
Jadi jika Anda pernah membaca kisah tentang pertempuran para dewa, dan Dewa A yang mengendarai kereta terbang menembakkan tombak bercahaya kepada Dewa B, itu bukan dongeng. Itu adalah adegan pertempuran dua kelompok mahkluk asing di mata manusia bumi. (Saya belum melakukan pengecekan, namun ada yang mengatakan pertempuran para dewa itu bisa dibaca dalam kitab Mahabharata, dan juga kisah-kisah tentang Mitologi Yunani).
Begitu juga kisah pengantar tidur tentang bidadari yang mandi di bumi, dan pakaian salah satu bidadari dicuri manusia bumi. Percayalah, kisah yang sangat populer di Indonesia itu bukan dongeng. Yang dicuri manusia bumi bukan sembarang pakaian tapi sebenarnya wahana terbang mini, yang menyebabkan si bidadari (dalam hal ini mahkluk planet Grhczza berjenis kelamin betina) tak bisa terbang dan akhirnya terpaksa menikah dengan manusia bumi!!!
*versi yang sedikit berbeda ditulis di kompasiana*